Showing posts with label Puisi dan Syair. Show all posts
Showing posts with label Puisi dan Syair. Show all posts

Syair-syair Rabi’ah al-Adawiyah (Bagian 2)


Ya Tuhan, lenganku telah patah
Aku merasa penderitaan yang hebat
Atas segala yang telah menimpaku
Aku akan menghadapi segala penderitaan itu dengan sabar
Namun aku masih bertanya-tanya
Dan mencari-cari jawabannya
Apakah Engkau ridha akan aku, ya Allah
O Tuhan, inilah yang selalu mengganggu langit pikiranku

Syair-syair Rabi’ah al-Adawiyah (Bagian 1)

 Tuhanku, tenggelamkan aku dalam samudra cinta-Mu
Hingga tak ada satupun yang mengganguku dalam jumpa-Mu
Tuhanku, bintang gemintang berkelip-kelip
Manusia terlena dalam buai tidur lelap
Pintu pintu istana pun telah rapat
Tuhanku, demikian malam pun berlalau
Dan inilah siang datang menjelang
Aku menjadi resah gelisah
Apakah persembahan malamku Kau terima
Hingga aku berhak mereguk bahagia
Ataukah itu Kau tolak, hingga aku dihimpit duka,
Demi kemahakuasaan-Mu
Inilah yang akan selalau ku lakukan
Selama Kau beri aku kehidupan
Demi kemanusian-Mu,
Andai Kau usir aku dari pintu-Mu
Aku tak akan pergi berlalu
Karena cintaku pada-Mu sepenuh kalbu

Syair Ibnu Hazm Al Andalusy

~ Cinta ~
Di Siang hari kau Isi ruang-ruang khayalku
Dan malamnya kau hadir dalam mimpi-mimpiku
Matahari ingin kau jadikan penggantimu
Tapi, mana mungkin dirimu tergantikan sesuatu
Di kejauhan bayangmu datang menziarahiku
Kita bertamu,lalu kau beranjak sisakan pilu
Duhai,kenapa tak nyatakan itu perjuampaan
Hanya bayangan-bayangan yang kau hadirkan
Diriku seolah cuma ahlul A’raaf saja
Bukan ahli surga, dan al jahiim pun tak mengakuinya

Puisi Habibie Untuk Ainun

Ainun… Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Syair Muhammad Zuhri


Muhammad Zuhri, dilahirkan di Kudus, Jawa Tengah, pada bulan Desember 1939. Beliau beserta keluarganya selanjutnya pindah ke Pati, dan menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Guru Bantu (SGB) di sana. Tahun 1957 hingga 1964, beliau menjadi guru Sekolah Dasar. Di masa itu beliau mulai bergabung dengan organisasi Muhammadiyah dan turut aktif di dalamnya. Setelah mengundurkan diri sebagai guru SD, beliau mencoba mengembangkan bakatnya dalam seni lukis. Pilihan menjadi pelukis membuatnya merantau ke Semarang dan kemudian ke Jakarta.

Kalau mendiang Moeslim Abdurrahman terkenal sebagai sosok Muhammadiyah yang NU, maka Pak Muh –demikian beliau akrab disapa- adalah Muhammadiyah yang Sufi.

Berikut beberapa sajak beliau yang terkumpul dalam Qasidah Cinta :

Kumpulan Syair Ibnu Arabi


Ibnu Arabi yang bernama asli Abu Abdillah Muhyiddin Muhammad bin Ali ibn Muhammad bin al-Arabi al-Hatimi, lahir pada Senin 17 Ramadhan 560 H. atau 27 Juli 1165 M. di kota Murcia, Andalus, Spanyol. Lahir sebagai anak pertama dari tiga bersaudara dan ia satu-satunya yang laki-laki. Tujuh tahun pertama kehidupan Ibnu Arabi tampaknya dihabiskan di tengah-tengah konflik dan ketegangan sosial. Ayahnya adalah anggota kelompok tentara pengawal pribadi sultan dari dinasti Almohad (al-Muwahidin). Posisi ini merupakan kedudukan prestisius dan kuat, yang memberinya akses kepada semua orang yang memiliki pengaruh besar, seperti filosof dan hakim terkenal dari Kordoba Ibnu Rusyd. Meskipun bukan dari keluarga aristokrat, Ibnu Arabi tampaknya lahir dari keluarga yang beruntung.



Berikut adalah beberapa syair Ibn Arabi :

Kumpulan Puisi Khalil Gibran


Khalil Gibran adalah seorang seniman, penyair, dan penulis di Lebanon Amerika. Ia lahir di Lebanon pada 6 Januari 1883 dan meninggal di New York City, Amerika Serikat, pada 10 April 1931 pada umur 48 tahun. Ia lahir di Lebanon (saat itu masuk Provinsi Suriah di Khilafah Turki Utsmani) dan menghabiskan sebagian besar masa produktifnya membuat berbagai buku, prosa, puisi dan kata mutiara di Amerika Serikat.






Berikut adalah kumpulan puisi-puisi nya :

Syair Ibnu Taimiyyah di Penghujung Hayat Beliau

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah (wafat: 751-H) mengisahkan: “Suatu ketika — di akhir-akhir hayatnya — Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah (wafat: 728-H) mengirimiku tulisan tangan beliau tentang Kaidah Tafsir. Di balik tulisan tersebut terdapat bait-bait syair yang beliau tulis sendiri dengan tangan beliau.








Syair tersebut berbunyi :

Kumpulan Syair-Syair Jalaluddin Ar-Rumi


Jalaluddin Rumi atau nama lengkapnya Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri adalah seorang tokoh sufi besar dari tanah Persia. Selain seorang sufi beliau juga seorang pujangga, beliau lahir pada 30 September 1207 M. di Balkh sebuah kota kecil di kota Khurasan, Afghanistan dan meninggal pada 17 Desember 1273 M. di Konya (Turki).
Melalui syair-syairnya, Jalaluddin Rumi menyampaikan bahwa pemahaman atas dunia hanya mungkin didapat lewat cinta, bukan semata-mata lewat kerja fisik. Dalam syairnya Rumi juga menyampaikan bahwa Tuhan, sebagai satu-satunya tujuan, tidak ada yang menyamai.
Berikut kumpulan syair Jalaludin Rumi :

Sebait Kecil Isi Hati

Judul      : Sebait Kecil Isi Hati 
Penulis   : Beben Syahdan 
Type      : Chm


Buku digital ini merupakan kumpulan puisi-puisi yang selama ini dibuat oleh penulis sendiri. tentunya semua itu pasti ada pengaruhnya dari sumber-sumber lain. Karena penulis sendiri bisa melihat, mendengar apa-apa yang telah dituliskan atau diucapkan.

Sebait Kecil Isi Hati merupakan kumpulan puisi-puisi pendek yang sebenarnya merupakan short message service yang dikirimkan kepada orang lain dan menjadi kebiasaan penulis dan kebanyakan merupakan isi hati penulis sendiri. Setelah sekian banyak, maka penulis mendapat ide untuk menjadikannya sebuah buku. 

Semoga buku kecil ini dapat menjadikan pembacanya mengerti bahwa setiap hati tidaklah sama dan mempunyai bahasa sendiri-sendiri.

Puisi Ramadhan 1431 H.

Judul      : Puisi Ramadhan 1431 H.
Penulis   :
Okti Li
Type      : PDF


Apakah kita tahu curahan hati para Tenaga Kerja Indonesia di negeri Taiwan selama berpuasa? Baca Antologi Puisi Ramadhan 1431 H. oleh Komunitas Penulis Indonesia Taiwan yg diedit oleh Okti Li ini.

Intinya, para TKI Taiwan dari berbagai sektor yang saya rangkul dalam sebuah wadah sederhana (group di FB) mengadakan diskusi dan semacam komunitas kepenulisan dimana didalamnya kita saling berbagi dan saling mengoreksi. KOPIT (Komunitas Penulis Indonesia-Taiwan) adalah tempat sederhana para TKI Taiwan yang isinya mayoritas pembantu-pembantu yang pegangan dan jinjingannya Asus dan atau Acer (Ceileee… gayanya!) Gak dech, gak semua diperbolehkan punya laptop kok sama majikannya.

Rabi’ah al-Adawiyah, Sang Sufi Cinta


Tuhanku, tenggelamkan aku dalam samudera cintaMu….

A.   Biografi Rabi’ah Al Adawiyah
Rabi’ah Al Adawiyah memiliki nama asli Rabi’ah Al Adawiyah binti Ismail al Adawiyah al Bashriyah. Ia lahir di kota Basrah tahun 95 H/174 M dan meninggal sekitar tahun 185 H/801 M dan dimakamkan di tempat itu juga.
.
Rabi’ah binti Ismail al-Adawiyah tergolong wanita sufi yang terkenal dalam sejarah Islam. Dia lahir dalam sebuah keluarga yang miskin dari segi kebendaan namun kaya dengan peribadatan kepada Allah. Ayahnya hanya bekerja mengangkut penumpang menyeberangi Sungai Dijlah dengan menggunakan sampan.
.
Pada akhir kurun pertama Hijrah, keadaan hidup masyarakat Islam dalam pemerintahan Bani Umaiyah yang sebelumnya terkenal dengan ketaqwaan telah mulai berubah. Pergaulan semakin bebas dan orang ramai berlumba-lumba mencari kekayaan. Justru itu kejahatan dan maksiat tersebar luas. Pekerjaan menyanyi, menari dan berhibur semakin diagung-agungkan. Maka ketajaman iman mulai tumpul dan zaman hidup wara’ serta zuhud hampir lenyap sama sekali.