Canda Ala Sufi

Judul      : Canda Ala Sufi 
Penulis   : Nurul Huda Kariem MR. 
Type      : PDF


Nashruddin adalah seorang filosof besar dimasanya, dia juga seorang ulama' dan sufi. Meskipun dituduh gila, tapi dia mampu menjadi orang terdekat, penasihat, dan penghibur raja. Berkat jasanya, beberapa beberapa perpustakaan dan ulama di masa itu berhasil diselamatkan dari amukan amarah dan penghancuran besar besaran yang dilakukan oleh penguasa.

Suatu hari, Nashruddin berdiri di mimbar; di depan massa, untuk memberikan nasihat. Dia berkata, "Tahukah kalian, apa yang akan saya katakan kepada kalian?" Orang-orang itu menjawab, "Tidak! Kami tidak tahu." Kemudian Nashruddin berkata kepada mereka, "Baiklah, kalau kalian tidak tahu... Tidak ada gunanya berbicara dengan orang-orang yang tidak tahu." Dia pun turun dan meninggalkan mereka. Beberapa hari kemudian, dia kembali dan berbicara pada mereka dengan pertanyaan sama, yang pernah dilontarkannya. Dia berkata,"Tahukah kalian, apa yang akan saya katakan kepada kalian?" Mereka menjawab, "Ya, kamitahu." Dia kemudian berkata, "Jika kalian sudah tahu apa yang akan saya sampaikan, saya tidak perlu lagi mengatakannya." Lalu, dia pun pergi meninggalkan mereka.

The Year of Living Dangerously : Cinta di Tengah Gejolak Revolusi 1965

Judul      : The Year of Living Dangerously :
               Cinta di Tengah Gejolak Revolusi
               1965
Penulis   :

Type      : PDF



Buku The Year of Living Dangerously : Cinta di Tengah Gejolak Revolusi 1965 ini dilarang terbit oleh pemerintah/rezim Orde Baru. Namun, buku ini mendapatkan penghargaan The Age Book of the Year Award dan National Book Council Award for Australian Literature.

Tahun 1965, sebuah masa yang dikenal sebagai “Vivere Pericoloso—Hidup Penuh Bahaya”, yang membelokkan arah hidup bangsa Indonesia.. Pemerintahan nasionalistik Sukarno membawa Indonesia ke tengah ketidakpastian. Dalam kondisi ekonomi Indonesia yang lemah, Presiden menghabiskan uang untuk membangun monumen-monumen megah, sementara menyulut api kebencian terhadap Barat dan mengobarkan semangat konfrontasi dengan Malaysia.

The Name of the Rose

Judul      : The Name of the Rose
Penulis   :
Type      : Digibook (exe)



The Name of the Rose, novel yang terjual lebih dari lima puluh juta eksemplar di seluruh dunia ini bercerita tentang misteri pembunuhan di sebuah biara. Biara Benediktin yang biasanya tenang dan damai oleh doa para rahib dan novis itu dikejutkan oleh serangkaian kematian misterius. William, sebagai inkuisitor Fransiskan, bertugas menyelesaikan kasus ini sebelum utusan Paus tiba di biara itu.

Petunjuk yang William peroleh mengarah kepada penghuni biara. Tetapi siapa? Bagaimana mungkin para rahib yang hari-harinya diisi dengan berdoa dan melakukan kebaikan bisa melakukan tindakan sekeji itu? Apa pula tujuan pembunuh para rahib itu?

Novel Umberto Eco yang kental bernuansa misteri ini tidak hanya menyuguhkan cerita pembunuhan biasa. Dengan sangat cerdas, Eco menghadirkan kehidupan biara yang puritan lengkap dengan tradisi pemikiran gereja Abad Pertengahan.

The Secret Of Judas

Judul      : The Secret Of Judas
Penulis   :
Type      : Digibook (exe)



Injil Yudas Iskariot telah mengejutkan masyarakat Kristen. Apa yang diberitakan oleh Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes mengenai Yudas, murid yang mengkhianati Yesus, bisa dan tidak konsisten. Ini menyebabkan pengungkapan sebuah ajaran kuno yang memotret manusia yang dianggap hina ini sebagai seorang yang memandang perannya dalam Penderitaan Kristus merupakan sesuatu yang integral terhadap sebuah rencana yang lebih besar—sebuah rencana ketuhanan—membawa kejelasan baru bagi kisah yang lama. Jika Yudas tidak mengkhianati Yesus, Yesus tidak akan diserahkan ke tangan penguasa, disalib, dikubur, dan dibangkitkan dari kematian.
 
Mungkinkah bahwa tanpa Yudas, keajaiban Paskah mungkin tidak akan pernah terjadi? Dalam “Rahasia Yudas”, James M. Robinson, seorang sejarawan pakar Kekristenan awal, meneliti Injil dan naskah-naskah kuno lainnya. Ia mengungkapkan apa yang bisa dan tidak bisa kita ketahui mengenai kehidupan Yudas yang historikal, perannya dalam penyaliban Yesus dan apakah gereja Kristen seharusnya mengaji ulang niat-niat dan kemungkinan ketidakbersalahan dirinya.

The Da Vinci Code

Judul      : The Da Vinci Code
Penulis   : Dan Brown
Type      : Digibook (exe)



Novel The Da Vinci Code adalah novel yang menguak sejarah Yesus dan Gereja yang selama 2000 tahun terkunci rapat. Otoritas gereja kelimpungan membuat tangkisan. 

Novel bermuatan agama nampaknya selalu mengundang kontroversi. Ini juga berlaku buat novel The Da Vinci Code. Mungkin karena kontroversialnya, novel keempat Dan Brown ini menjadi novel terlaris tahun 2003 dengan total penjualan 5,7 juta eksemplar dan telah diterjemahkan ke dalam 44 bahasa, termasuk Indonesia. Novel ini pun banyak memicu kontroversi terutama dari kalangan Gereja. The Da Vinci Code memang fenomena. Sejak nongol sampai sekarang, novel tersebut memicu terbitnya 10 buku "perlawanan".